Jumat, 18 Maret 2016

Tugas KMO

Inilah sebuah Rumus yang Luaaar Biasa, rumus tanpa uang, tanpa lama, mudah dan murah.  Ya.. Itulah Senyuman…
Kita tidak perlu untuk mengerluarkan uang sepeser pun untuk hanya tersenyum. Kita hanya butuh beberapa detik untuk mengubah bibir ini menjadi senyum Betapa mudahnya hal ini dilakukan. Tetapi kenapa hal ini jarang di lakukan?
Muhammad SAW telah meluluhkan hati siapa saja dengan senyuman. Beliau selalu menghiasi bicaranya dengan senyuman. Beliau berhadapan dengan saudaranya dengan senyuman. Beliau bahagiakan saudaranya dengan senyuman. Beliau tumbuhkan harapan dengan senyuman. Beliau menahan amarahnya dengan senyuman. Bahkan beliau jadikan senyuman sebagai lahan perjuangan dalam kebaikan. .Sebagaimana sabda Rasulullah SAW,
“Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah” (At- Tirmidzi dalam Sahihnya)
Disaat kita tersenyum ada energi positif yang kita berikan kepada orang di sekeliling kita. Bahkan dengan tersenyum ada manfaat dan keajaban yang kita ciptakan. Namun, sedikit orang yang menyadari itu…!
Senyuman pada hakikatnya adalah anugerah indah dari Tuhan Yang Maha Indah. Dimana Tuhan sengaja mengindahkan kita hamba-Nya dengan Senyuman.

ü  FOR ME
Dengan senyuman akan berdampak positif pula terhadap orang yang melakukannya, salah satu diantaranya; kita yang  selalu dihiasi dengan senyuman akan tampak lebih menarik dan berseri- beri. Terlihat ceria, sportif, bersemangat, memancarkan aura kepribadian, berfikir positif  dan hal- hal positif lainnya. Inilah yang akan disebut dengan inner beauty.
Dan dengan berfikir positif inilah akan menghasilkan perubahan yang begitu besar bermula dari senyuman. Ketika hal itu dilakukan dengan baik, maka akan terjadi dalam diri adalah mood dan perasaan yang baik, sehingga hal ini terjadi, bahwa senyuman adalah sebuah langkah mengahsilkan pemikiran yang baik demi masa depan yang di inginkan.
Bahkan dengan senyuman Para Ilmuwan mengatakan bahwa ketika seorang manusia tersenyum, maka ada 13 urat syaraf yang ikut bergerak. Namun, pada saat seseorang muram, sekitar 47 urat syaraf yang ikut tegang. Sungguh, mengapa kita begitu tega membuat jiwa dan syaraf- sayaraf kita tegang?

ü  FOR THEY
Para ahli Indra Perasa Manusia menegaskan bahwa seseorang yang banyak tersenyum akan lebih mampu memberikan pengaruh positif bagi kehidupan orang lain, dibandingkan dengan seseorang yang selalu berwajah suram. Maka dari itu, orang yang banyak tersenyum disebut sebagai orang yang penuh kehangatan dan cinta.
Imam ibnu Uyainah mengatakan: “Berwajah seri adalah pancing cinta. Berbuat kebaikan adalah sesuatu yang mudah. Dan berwajah ceria serta berkata lembut menjadi penegasnya.”
Dengan demikian, senyum adalah kunci yang sangat mujarab untuk membuka hati manusia dan meraih cinta mereka.

ü  FOR FUTURE
Jika senyum ini menciptakan keuntungan, maka berwajah muran menciptakan kerugian. Ini bisa di buktikan dengan sebuh kisah berikut:

Para pekerja sebuah supermarket di Paris menuntut agar upah mereka di naikkan. Pemilik supermarket menolak dan tetap bersikeras tidak akan menaikkan upah karyawan. Maka, semua karyawan sepakat untuk tidak tersenyum pada setiap pelanggan yang datang, sebagai bentuk protes kepada pemilki supermarket. Aksi ini mengakibatkan turunnya income perusahaan. Hanya dalam waktu satu minggu, income supermarket turun sebesar 60% dari income pada pekan- pekan biasanya.

Dan diceritakan dengan kisah lain;
Dale Carnegie dalam bukunya yang terkenal, “Bagaimana Anda menadapatkan Teman dan mempengaruhi manusia” menceritakan:

“Wajah merupakan cermin tepat bagi perasaan hati seseorang. Wajah yang ceria, penuh senyuman alami, senyum tulus adalah sebaik- baik sarana memperoleh teman dan kerja sama dengan pihak lain. Senyum lebih berharga dibanding sebuah pemberian yang dihadiahkan seorang pria. Dan lebih menarik dari lipstik dan bedak yang menempel di wajah seorang wanita. Senyu bukti cinta tulus dan persahabatan yang murni.”

Ia melanjutkan, “Saya minta setiap mahasiswa saya untuk tersenyum kepada orang tertentu sekali setia pekannya. Salah seorang mahasiswa datang bertemu dengan pedagang, ia berkata kepadanya, “ Saya pilih tersenyum kepada istriku, ia tidak tahu sama sekali perihal ini. Hasilnya adalah saya menemukan kebahagiaan baru yang sebelumnya tidak saya rasakan sepanjang akhir tahun- tahun ini. Yang demikian menjadikan saya senang tersenyum setiap kali bertemu dengan orang. Setiap orang membalas penghormatakan kepada saya. Karena itu saya merasakan hidup lebih ceria dan lebih mudah.”

Kegembiraan meluapkan ketika Carnegie menambahkan, “Ingalah bahwa senyum tidak membutuhkan biaya sedikit pun, bahkan membawa dampak yang luar biasa. Tidak akan menjadi miskin orang yang memberinya, jsutru akan menambah kaya bagi orang yang mendapatakannya. Senyum juga tidak memerlukan waktu yang bertele- tele, namun membakas kekal dalam ingatan sampai akhir hayat. Tidak ada seorang fakir yang tidak memilikinya, dan tidak ada seorang kaya pun yang membutuhkannya.”

Ahmad Amin dalam bukunya yang berjudul Fadihul Khathir mengatakan, “ Orang- orang yang murah senyum tidak hanya mendapatakan kebahagiaan untuk diri mereka sendiri, namun mereka adalah orang – orang yang mampu bekerja keras dengan baik, lebih kuat menanggung bebab dan tanggung jawab, lebih berani mengahadapi tantangan dan menyelesaikan masalah.

Senyum tidak sekadar mempesona hati dan memperbanyak kebaikan, menghapus dosa dan kesalahan, tapi ia berguna untuk melatih tabiat manusia, menghadirkan kebahagiaan, kelapangan hati, dan mampu membuat manusia menikmati indahnya kehidupan.


Abul I’d, Athif. Jatuh Cinta dalam Satu Detik. Surakarta:Ziyad. 2014.